Berhubung animenya bakal tayang musim depan, aku menyempatkan diri membaca beberapa chapter manganya yang telah ditranslasikan (Satu volume lebih tepatnya). Manga ini bergenre slice of life. Hanya saja para karakter merupakan kumpulan orang-orang yang aneh (meski tidak seaneh Arakawa). Untungnya Nichijou bukanlah sebuah manga 4-koma. Karena sejujurnya aku sudah bosan dengan 4-koma yang bergenre slice of life.

Menurutku gaya lelucon yang ditawarkan manga ini sedikit banyak bisa disejajarkan dengan Ichigo Mashimaro. Kuakui beberapa chapter (contohnya chapter 7) membuatku tertawa dan sebagian chapter lainnya lumayan membosankan. Karakter-karakter yang ada lumayan menarik. Seperti Nano, seorang robot yang ingin menjadi normal. Di beberapa chapter lelucon yang ada berfokus pada Nano yang ingin menjadi tampak normal dan hal itu lumayan lucu.

Manga Nichijou ini cukup layak sebagai penghibur meski tema yang ditawarkan agak lumayan generic. Seperti umumnya slice of life, plot pada manga ini nyaris tidak ada dan mungkin tidak semua kalangan dapat menikmati manga seperti ini. Setidaknya itulah yang kudapat dari volume pertama ini. Well, semoga adaptasi animenya tidak mengecewakan.

 
 
 
 
 
 
Pengalaman yang saya dapat dari musim-musim anime yang lalu adalah bahwasanya saya tidak bisa menilai sebuah anime hanya dari tampilan luarnya saja. Saya sempat beberapa kali melewatkan anime-anime hit seperti Shinryaku Ika Musume (fall 2010) atau Level E (winter 2011) dalam preview anime saya. Dan saya juga pernah memandang rendah pada anime-anime seperti Star Driver (turned out to be FABULOUS) dan Kuragehime. Maka dari itu, kini saya hanya akan sekedar menampilkan anime-anime apa saja yang akan saya tonton pada musim depan. Anime-anime yang akan saya tonton dibagi ke beberapa 'tier' atau golongan yakni 1st tier, 2nd tier dan 3rd tier. Penjelasan dari tier ada dibawah ini.

1st Tier
Tier pertama ini merupakan deretan anime-anime yang saya akan ikuti dari awal sampai akhir dan kemungkinan untuk didrop hampir tidak ada kecuali untuk alasan-alasan mendesak (sibuk dll). Anime di tier ini akan saya tonton secepatnya (jika sub sudah rilis) dan 'mungkin' akan saya blog.

2nd Tier
Tier kedua ini adalah anime-anime yang akan saya akan tonton jika ada waktu luang dan kemungkinan besar akan saya drop bila beberapa episode awal tidak menjanjikan. Jika ada anime di tier ini yang mempunyai potensi cukup bagus maka saya akan naikkan posisinya ke 1st tier.

3rd Tier
Tier terakhir ini untuk anime-anime yang saya akan ikuti hanya episode pertamanya saja dan kemudian akan saya drop. Sebagian besar hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap anime tersebut.

Spring 2011
Spring 2011 Anime Chart by Scamp (http://thecartdriver.com/)
Untuk anime spring 2011 pembagian tiernya adalah sebagai berikut:

1st Tier
Deadman Wonderland (Manglobe)
Nichijou (Kyoto Animation)
Nana to Kaoru OVA

Deadman Wonderland wajib jadi prioritas utama. Semoga adaptasi anime yang satu ini nggak fail. Soal Nichijou, berhubung adaptasi dilakukan oleh KyoAni nggak heran bakalan jadi hit bagi moebro di seluruh penjuru dunia. Andaikan adaptasi dilakukan oleh studio animasi lain pasti saya gak bakalan nonton.

2nd Tier
Denpa Onna to Seishun Otoko (SHAFT)
Tiger and Bunny (Sunrise)
The World God Only Knows 2 (Manglobe)
Steins;Gate (White Fox) 
[C] The Money of Soul and Pos­sib­il­ity Control (Tatsunoko)

3rd Tier
Hanasaku Iroha (PA Works)
Hen Zemi (Xebec)
Hidan no Aria (JC Staff)
Tono to Issho (Gathering)
Ao Exorcist (A-1)
Moshidora (IG Production)
Ano Hana (A-1)
Sket Dance (Tatsunoko)
Dororon Emna-kun (Brain Base)

Bonus chart: Spring 2011 Troll Version


There will never be a Saint Young Men anime ;_;
Yey akhirnya singel ini rilis juga beberapa hari lalu. Tak bisa dipungkiri lagi, saya sangat menanti-nanti singel Kalafina ini dikarenakan efek Madoka-hype. Dan tentu saja penantian saya tidak sia-sia karena di singel ini saya bisa mendengarkan full version dari Magia yang epik itu.

(Dan sepanjang mendengarkan singel ini saya selalu berpikir kalau Kalafina cocok mengisi opening atau ending dari anime Umineko dengan lagu yang ber-tipe seperti Magia)



Magia bernuansa cukup gelap dan berisikan instrumen-instrumen yang berkesan chaos. Saya suka dengan kombinasi vokal Kalafina pada lagu ini, yang entah kenapa dapat menyalurkan semacam energi aneh yang dapat membuat saya bersemangat setiap kali lagu ini saya dengarkan.

Track yang satunya lagi, snow falling bisa dibilang lebih rileks daripada Magia. Sangat kontras dengan track pertama tadi, dimana track ini dibawakan dengan vokal yang slow sehingga membawakan kesan tenang. Lagu yang cocok untuk pengantar tidur anda.

Overall, singel ini sangat saya rekomendasikan bagi anda. End of story.

MF link here, in case you want. This is another version (the limited edition, I guess).


So I watched this show no one is talking about, Houkago no Pleiades. At first I was like hurr durr magical girl animu from Gainax and Subaru, it can't be any good. And then it indeed was true. It was a terrible show. And for some unexplainable reason, I enjoyed this terrible show as much as I enjoyed walking alone in the street in the middle of night. Maybe wasting 23 minutes of your life for this 4 episodes OVA is not worthy but yeah, since I don't have anything better to do for the sake of humanity so why not. (Also, mfw Ginga Bishounen's transformation scene is WAY more animated than Subaru's).

PS: I just looking this anime entry on MAL and found out that Yui Makino is actually one of the seiyuu and she also sung the ED theme. Awesome.

Some screenshits that nobody cares:
For some reasons, saya merasa berdosa jika tidak menulis review mengenai game luar biasa ini. So here we are, the review of Ghost Trick.


Ghost Trick adalah sebuah game yang belakangan ini berhasil mencuri perhatian para gamer. Dan game yang satu ini tak lain dan tak bukan dirilis di konsol handheld yang beberapa bulan lagi bakal mencapai penghujung hayatnya, Nintendo DS.

Ghost Trick tentu tidak bakalan tertangkap oleh radar saya jika saja dirilis oleh developer yang tidak ternama. Namun lain halnya jika ternyata game ini merupakan karya Shu Takumi, yang terkenal sebagai bapaknya serial Phoenix Wright Ace Attorney. Serial Ace Attorney merupakan salah satu game favorit saya sepanjang masa.

Sebagai sebuah game yang lahir dari tangan seorang Shu Takumi, Ghost Trick memiliki beberapa elemen yang serupa dengan Phoenix Wright. Deretan karakter yang 'berwarna', storyline yang penuh plot twist maupun soundtracknya yang memanjakan telinga.

Tapi bukan berarti Ghost Trick adalah game yang tidak orisinal sama sekali. Ghost Trick adalah sebuah game yang unik, menantang, dan tentu saja sangat menghibur dengan adanya dialog-dialog kocak. Ghost Trick memiliki gameplay yang dapat dikatakan fresh. Di dalam game ini, sang karakter utama adalah seorang (?) hantu. Dimana sang karakter utama dapat mem-possess benda-benda tertentu untuk menolong orang lain yang akan menghadapi kematiannya. Lumayan sulit pada praktiknya, sebab sebagai hantu anda tidak bisa berinteraksi dengan makhluk yang hidup.

Sebagai seorang hantu, sang karakter utama memiliki kekuatan khusus yang dapat kembali ke empat menit sebelum kematian korban. Dari sana lah anda berusaha mencari tahu apa penyebab kematian dari korban dan berusaha merubah takdir si korban.

Genre yang ditawarkan oleh Ghost Trick adalah puzzle. Saya tahu pasti anda sedang mengernyitkan alis dan berpikir, "Puzzle? Membosankan!". Anda salah besar. Puzzle disini bukanlah puzzle menjemukan ala Professor Layton.Saya ingin menceritakan puzzle-puzzle yang terdapat di game ini namun tentu saja hal itu akan menjadi spoiler maka saya tidak akan membeberkannya.


Hal yang sangat saya senangi dari serial Ace Attorney adalah plot twist yang benar-benar twisted. Maka ketika saya menjumpai sederet plot twist menjelang akhir game saya sangat senang. Saya masih ingat feeling yang didapat saat mendapati Mia tewas di Phoenix Wright Ace Attorney. Dan juga saat mengetahui identitas asli dari Godot di Trials and Tribulations. Feeling-feeling seperti itu juga lah yang saya rasakan saat memainkan Ghost Trick.

Satu lagi aspek yang tidak dapat diabaikan adalah animasi dari game ini yang sangat fluid dan nyaris tanpa cela. Game ini benar-benar mendorong kemampuan hardware DS sampai ke titik maksimal.

Well, sebetulnya penjelasan saya barusan sama sekali tidak menggambarkan seperti apa itu Ghost Trick. Anda sepertinya harus mencobanya sendiri untuk merasakan nikmatnya gameplay yang disodorkan oleh Capcom. Jika anda ingin mencobanya, anda dapat mendownload romnya dari sini, dan jangan lupa emulatornya. Tentu saja hal ini ilegal so use it at you own risk.

Akhir kata jiwa gamer saya bagaikan terlahir kembali. Sudah lama saya tidak merasakan efek fangasm di dunia game. Game ini jelas salah satu kandidat game terbaik 2011. Dan game ini dirilis pada bulan *Januari* kemarin. Tampaknya tahun ini bakal menjadi tahun baik bagi dunia gaming. Dan saya sangat, sangat berharap game ini bakal mendapat sekuel. Oh ayolah Capcom. Dan tak lupa saya juga berdoa semoga game Prof Layton vs Phoenix Wright bakal rilis di US.
Fear not, my dear brother! This game also features, not only one, but two cute lolis (and a cute dog too).
tl;dr
Fans Phoenix Wright ataupun tidak, anda harus mainkan game ini. Review saya mungkin cukup ngaco karena saya ngantuk tapi percayalah, game ini sangat, sangat keren.
Yes, today is a beautiful day indeed, as I discovered the title for the upcoming supercell album which is planned to be released on March 16. The album title is "Today Is A Beautiful Day". Ryo once again appointed Nagi as the main vocal instead of Hatsune Miku which was used in supercell first full album. Here is the track list for the album:

1終わりへ向かう始まりの歌Owari he Mukau Hajimari no Uta
2君の知らない物語Kimi no Shiranai Monogatari
3ヒーローHero
4Perfect DayPerfect Day
5復讐Fukushuu
6ロックンロールなんですのRock n' Roll Nan Desu no
7LOVE & ROLLLOVE & ROLL
8Feel so goodFeel so good
9星が瞬くこんな夜にHoshi ga Matataku Konna Yoru ni
10うたかた花火Utakata Hanabi
11夜が明けるよYoru ga Akeru yo
12さよならメモリーズSayonara Memories
13私へWatashi he