(WARNING: NFSW)

Oh hai guize. Apa kabar? Semoga kiranya kalian baik-baik saja disana. Oh ya bagi kalian yang mengikuti SIMAK UI hari ini selamat berjuang dan semoga sukses selalu. Jadi begini.. Spring 2010 telah dimulai dan beberapa anime baru mulai mencuri perhatian fans. Mereka berusaha menggeser posisi anime musim dingin lalu yang belum tamat seperti Durararararara!! (sori keceplosan) dan err, Soma no Qwaser. Bagian pertama ini akan membahas anime B Hata G Kei, Heroman, Kaichou wa Maid-sama, dan Mayoi Neko Overun!. Jadi seperti apa usaha mereka? Saksikan setelah iklan yang satu ini.


B Gata H Kei

Kenalkan, Yamada, seorang siswi SMU. Wajahnya yang cantik membuat semua cowok berpaling padanya. Namun ternyata oh ternyata, Yamada adalah seorang cewek yang mesum. Bahkan melebihi Kanbaru Suruga.

"When I get into high school, I hope I can get 100 f*ck buddies". Oh, sungguh betapa mulia cita-cita Yamada.

"Cherry-kun!". (Aku baru tahu kalau bahasa Jepang dari kata "virgin" adalah Cherry-kun. Akan kuingat).

Perfectly securing!
Full-on armor!
Choose Demon Condoms for your need!

Kesimpulannya, anime ini awalnya kutonton hanya guilty pleasure saja. Namun ternyata anime ini melebihi dugaanku (dalam arti lain). Anime ini punya prospek cerah sebagai lulz factor-ku.
(Dan oh hei, ternyata Yamada disuarakan oleh Yukarin!)

Verdict: For the sake of lulz, I'm in!

Heroman

Kesan awalku saat menonton anime Heroman adalah "WTF ini seperti kartun superhero yang biasa diputar di hari minggu pagi". Ceritanya cukup klise dan khas Amerika banget. Bersetting di Amerika, seorang anak mendapat kekuatan yang bersumber dari mainan robot yang didapatnya dari tong sampah. Mainan robot itu ia namakan Heroman.

(Dear Joey Jones. Kalau kau ingin memberi nama kepada robotmu paling tidak namailah dengan nama yang lebih stylish. Setidaknya Lancelot atau Lagann. Salam hangat, minoru).

Tidak ada yang spesial dari anime ini dari segi jalan ceritanya. Namun aspek lain anime ini cukup mengesankan. Animasinya dikerjakan dengan sangat baik oleh BONES. Demikan juga musiknya. Musik dalam anime ini bisa dibilang diatas rata-rata. OP "Roulette" dinyanyikan oleh TETSUYA sedangkan EDnya "Calling" dibawakan oleh FLOW. Aku cukup menyukai ED Sequence-nya yang bergaya ala komik Amerika.

Verdict: Lanjut setidaknya 2-3 episode lagi untuk melihat sejauh mana ceritanya akan berkembang.

Kaichou wa Maid-sama

Ya, meskipun ini anime yang diangkat dari manga shoujo jangan keburu menyimpulkan kalau aku maho. Aku menonton anime ini hanya demi memuaskan meido fetishku.
(Tapi tunggu dulu. Ada yang salah dengan desain seragam sekolah itu. Hijau?)

Tadaima.

Motto..

Motto..

Guys, i'm done here.

Kaichou wa Maid-sama berkisah tentang Misa-chan, seorang siswi yang merangkap sebagai ketua OSIS dan juga bekerja part time di meido cafe. Sesungguhnya tak ada yang salah dengan seorang ketua OSIS yang kerja part time sebagai meido. Setidaknya itu menurutku. Namun Misa-chan khawatir kalau-kalau ada murid sekolahnya yang tahu rahasia kalau dia bekerja sebagai meido. Malangnya, hal tersebut diketahui oleh Usui Takumi, seorang siswa yang terkenal karena kegantengannya namun selalu menolak cewek yang mneyatakan perasaan kepadanya.

Verdict: Sama seperti Heroman, aku akan melihat paling tidak 2-3 episode ke depan.

Mayoi Neko Overrun!

Tsundere, check.

Nekomimi, Check.

Meido, check.

Loli, check.

Stripped panty, check.
Zettai ryouiki, check.

Busty Nee-chan, check.

Ahaha.wav

Verdict: Lanjut Gan!

(Sekian first impression-nya. Stay tune at MINORU's Blog. Saya minoru undur diri dari hadapan anda. Tetap semangat dan selamat melanjutkan aktivitas. Bye!)
SHAFT kembali lagi dengan komedi anehnya. Kali ini dalam judul Arakawa Under the Bridge yang dibintangi (lagi-lagi) Hiroshi Kamiya dan Maaya Sakamoto. Aku cukup terkejut dengan dipilihnya Maaya-hime sebagai Nino karena tidak biasanya ia muncul dalam anime bertemakan humor seperti ini. Terakhir kali aku mendengar Maaya-hime adalah di anime Canaan sebagai Alphard.

Arakawa Under the Bridge sendiri dalam satu episode itu terbagi lagi menjadi 9 sub-episode. Sebenarnya aku tidak melihat apa gunanya membagi menjadi sub-episode begitu karena antara satu sub-episode dengan sub-episode lain nyambung begitu saja.

Arakawa Under the Bridge berkisah tentang Kou -Ushiromiya- Ichinomiya seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya. Kou diajarkan oleh ayahnya untuk TIDAK PERNAH bergantung kepada orang lain karena menurut ayahnya orang lain yang membantu itu suatu saat akan meminta balasan.

Suatu hari Kou diganggu oleh sekelompok anak nakal yang kemudian mencuri celana Kou dan menggantungnya di tiang jembatan. Kou yang berusaha mengambil kembali celananya terjatuh ke dalam sungai. Disaat ia sudah pasrah akan kematian seorang cewek yang tinggal di bawah jembatan bernama Nino menyelamatkannya. Nino yang mengaku berasal dari venus itu menolong Kou sehingga Kou merasa berhutang budi kepada Nino. Jika Kou tidak segera membalas kebaikan itu maka dia akan terserang asma yang akut.

Nino kemudian meminta Kou untuk menjadi pacarnya dan Kou pun setuju. Ia kemudian tinggal bersama Nino di bawah jembatan. Kehidupan di bawah jembatan sangat unik kalau tidak bisa dibilang aneh. Misalnya, "walikota"nya adalah seorang kappa dan tinggal di dalam air.

Well, aku tidak menyangka kalau Arakawa Under the Bridge akan segila ini (dalam artian bagus). Komedinya yang segar mengalir begitu saja tanpa kelihatan dibuat-buat. Aku menikmati setiap momen "SHAFT being SHAFT". AKu tertawa melihat Kou yang begitu tidak ingin bergantung kepada orang lain. Aku tertawa melihat ayah Kou yang freak. Aku tertawa melihat Nino. Aku tertawa melihat Walikota Kappa. Needless to say, aku menantikan episode selanjutnya dan melihat kegilaan-kegilaan lain.


K-ON!! dibuka dengan scene Yui latihan memainkan "My Love is Like a Stapler" di ruangan klub musik sendirian sambil makan roti selai stroberi.
(Yang jadi pertanyaanku kenapa Yui malah latihan rhythm gitar? Bukannya dia gitaris 1? Atau Azunyan yang jadi lead gitar? Siapa peduli)

OP yang baru. Aku kurang menyukai vokal cepat yang dibawakan Aki Toyosaki, tapi musiknya masih tergolong oke.

Aku juga suka bagaimana mereka mengikutkan Azunyan dalam OPnya.

Inilah dia kami perkenalkan... Houkago Tea Time!!
Ups, wrong pic.

Yui, vokalis merangkap gitaris.

Ritsu, drummer.

Mugi, keyboardis.

Mio, bassist.

Dan Azunyan, gitaris.

Yui, Ritsu, Mugi, dan Mio akhirnya naik ke kelas 3 sekaligus menjadi tahun terakhir mereka di SMA. Di tahu terakhir ini mereka berempat secara "kebetulan" masuk ke kelas yang sama.
(Aku mencium adanya INBOU!).

Sawa-chan sebagai wali kelas mereka yang baru. Jelas-jelas ini adalah konspirasi yang dilakukan demi kllub musik.

Mio dan klonengan.

Mereka menyadari di tahun terakhir ini sebisa mungkin klub musik harus mendapat anggota baru jika tidak Azunyan akan kesepian tahun depan (Hiks).

Atau pilihan kedua: menjadikan Azunyan sebagai ketua klub.

Mereka pun kembali mempromosikan klub dengan kostum "andalan".

Beragam taktik dilakukan untuk menyeret anggota baru.

Mulai dari berpura-pura pingsan...
Bertanya ke sembarang murid dengan mengubah aksen bicara...

Hingga memata-matai klub lain...
Tapi pada akhirnya mereka gagal mendapat anggota baru.


Namun mereka tetap tampil di acara orientasi (MOS?) dan berharap ada murid kelas satu yang tertarik masuk ke klub.

Yui menyadari kalau kebersamaan mereka berlima (dan juga Sawa-chan) adalah yang terbaik dan ia tidak keberatan kalau klub tetap seperti ini.

ED yang baru. Kostum mereka lumayan bagus tapi tetap belum bisa mengalahkan kostum di Don't Say Lazy.

*Nosebleed*

Sejujurnya tak ada yang istimewa dari episode ini. Mereka melakukan kegiatan seperti biasa. Makan cake seperti biasa. Dan Mio masih tetap moe seperti biasa. Namun episode ini menyadarkanku betapa aku merindukan masa-masa saatku menonton K-ON!. Dan episode ini berhasil mengobati rasa rindu itu. Last but not least, I'm looking forward for episode 2.