Review: Suzumiya Haruhi no Shoushitsu

/
6 Comments

Seperti yang sudah saya janjikan, berikut review saya tentang Suzumiya Haruhi no Shoushitsu.

Hal pertama yang saya perhatikan dari Shoushitsu ini adalah bagaimana Kyoto Animation berusaha 'menghidupkan' kembali jiwa para Haruhiist yang sepertinya telah mati sejak tragedi Endless Eight di season dua yang lalu. Hal ini bisa dilihat dimana di awal film opening yang digunakan adalah Bouken Desho Desho? yang merupakan opening di season pertama Suzumiya Haruhi no Yuutsu. Begitu juga dengan gaya animasinya dimana KyoAni tidak lagi menggunakan K-ON style dan kembali ke gaya gambar Haruhi mereka yang lama.

Harus saya akui, KyoAni kali ini benar-benar membayar lunas kekecewaan saya atas kehancuran franchise Haruhi di season dua yang lalu. Adaptasi novel keempat dari seri Suzumiya Haruhi ini dikerjakan dengan serius oleh KyoAni. Seluruh adegan di film ini betul-betul terasa emosi yang dihadirkan. Mulai dari keputus asaan Kyon saat menyadari dunia di sekelilingnya telah berubah, ketegangan yang dialami Kyon saat hendak menemui Haruhi dan Koizumi, hingga adegan antara Asakura dan Kyon menjelang akhir film.

Satu hal lain yang patut diacungi jempol adalah keberhasilan Sugita Tomokazu dalam memainkan perannya sebagai Kyon. Di sebuah film yang hampir 90% isinya berisi monolog dari seorang karakter, maka kegagalan peran adalah hal yang sangat fatal dan untungnya Shoushitsu tidak terjatuh ke dalam lubang tersebut. Ya, itu semua berkat kepiawaian Tomokazu dalam memerankan karakter Kyon dan tentu saja, dengan beberapa sarkasme favorit kita semua.


Para pembaca light novelnya pasti menyadari kalau film ini bagaikan sebuah kopian dari novelnya. Ya, film adaptasi ini bisa dibilang sangat persis dengan novel. Hal yang membuat saya senang karena KyoAni tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu kali ini.

Bagi seseorang yang telah menonton serial animenya tentu akrab dengan beberapa event yang ada di film ini, terutama kejadian Tanabata tiga tahun lalu yang diangkat dalam episode "Bamboo Leaf Rhapsody". Episode tersebut memainkan peran penting di film ini. Tanpa menontonnya maka dipastikan akan membuat kebingungan.

Durasi yang cukup panjang dari film ini –sekitar 160 menit– tidak membuat saya bosan. Kualitas dari animasi dan jalan cerita yang konstan adalah kunci keberhasilannya. Di akhir film malahan saya merasa durasi yang ada masih kurang, karena saya berharap KyoAni bakal mengikutkan chapter The Melancholy of Asahina Mikuru namun harapan tersebut nampaknya masih belum terkabul. Film ini murni hanya mengadaptasi dari novel keempat saja. Yah, setidaknya mungkin itu adalah hint dari KyoAni untuk Haruhi season berikutnya.

Suzumiya Haruhi no Shoushitsu adalah sebuah mahakarya yang solid, tidak ada kekurangan sama sekali. Film ini merupakan tontonan wajib bagi para Haruhiist dan juga para penikmat anime pada umumnya. Mungkin saya akan menoton ulang film ini  lagi untuk mengisi waktu luang selama libur natal kali ini. Well, jika anda telah menonton film ini silakan berbagi pendapat anda dengan saya, dan jika anda masih belum sempat menontonnya (versi BD bukan versi camrip) maka tunggu apalagi, segera tonton dan nikmati pengalaman dua setengah jam yang tak terlupakan!

tl;dr: Tonton movie ini sekarang juga

catatan tambahan:
3 Hal Yang Membuat Anda Wajib Menonton Suzumiya Haruhi no Shoushitsu.

1. St. Asahina-san
I want my christmas puresento from her :3
2. Long hair + Ponytail Haruhi
No, Kyon, it's not only 36% but also +50% life steal plus attack damage
3. Yuki, All About Yuki
Yuki uses charm smile! 999999999999999999 damage to the author! It's super effective!

HHHHHHHHHHNNNNNNNNGGGGGGGHHHHH

God, now I know what "death by moe" means *die with accomplished smile*
Pengumuman: Penulis dilarikan ke rumah sakit seusai menonton ulang adegan blushing Yuki hingga waktu yang tidak ditentukan. Kemungkinan tidak akan ada postingan baru hingga akhir tahun, Terima kasih atas perhatiannya.

6 comments :

  1. gambarnya masih make K-ON style ah, liat aja di beberapa scene, masih keliatan jelas kalo itu K-ON style [terutama pada bentuk mata]

    Bouken Deshou Deshou benar2 membangkitkan jiwa Haruhi-ism

    ReplyDelete
  2. Lha saya kok nggak merasakan K-ON style-nya ya...
    Setidaknya pada bagian bentuk kepala dan ekspresi udah kembali ke style awal.

    ReplyDelete
  3. Yuki kelihatan moe sekali....>.<

    ReplyDelete
  4. Tomokazu bayarannya paling gedhe tuh, hampir dua jam ngomong terus.
    Imouto-nya cuma beberapa baris kalimat ;_;. Klo dipikir-pikir rada kasihan juga ama seiyuunya yang dapat peran minor...kalimatnya seupil pula.

    ReplyDelete