Week 3 - Limbo

/
6 Comments
.::Prologue::.
Kembali lagi dengan saya minoru dalam segmen Indie Game Of the Week. Setelah hiatus selama dua minggu akibat beberapa kesibukan real life, kini IGOW kembali dengan sebuah game indie yang pastinya sudah tak asing lagi bagi pembaca blog ini, karena review singkatnya sudah pernah saya bahas beberapa waktu lalu.

Limbo merupakan karya pertama dari developer indie asal Denmark bernama Playdead. Meskipun awalnya game ini merupakan ekslusif untuk Xbox 360, belakangan Limbo juga dirilis di berbagai platform termasuk Mac.   

.::Story::.
Seorang anak terbangun di sebuah tempat yang tampak asing baginya. Tak ada tanda-tanda kehidupan di tempat itu. Ia pun mulai menjelajahi lokasi tersebut hanya untuk menemukan kalau dia sedang berada di tempat yang terletak di antara kehidupan dan kematian yang dipenuhi segala macam bahaya bernama Limbo.

Limbo adalah dunia yang keras. Selain disambut dengan beberapa jebakan beruang yang sanggup memisahkan kepala dari badan, perjalanan si anak juga 'ditemani' oleh laba-laba raksasa dan sekelompok orang yang sepertinya berusaha keras untuk membunuh si anak dengan cara apapun. Namun hal itu tak menghalangi niatnya untuk menemukan kakak perempuannya yang entah bagaimana bisa nyasar ke Limbo.

Yah kira-kira begitulah kisah yang melatar belakangi game Limbo. Ceritanya tidak disampaikan secara ekplisit, mengingat tidak adanya dialog di dalam game ini (andaikan saja game ini dinarasikan oleh narator Bastion). Sang anak (yang sayangnya tidak pernah diberikan nama ofisial) hanya berangkat dari satu lokasi ke lokasi berikutnya sambil menghindari berbagai perangkap kejam dan memecahkan puzzle-puzzle di sepanjang jalan demi satu tujuan: menyelamatkan saudarinya tersebut. Yang jelas anda bisa merasakan dengan gamblang bahwa dunia Limbo bukanlah tempat yang ramah bagi sang anak.

.::Gameplay::.
Gameplay Limbo bisa dibilang simpel. Sebagai game bergenre puzzle-platformer layaknya Braid, Limbo mengaharuskan anda untuk memecahkan puzzle di suatu lokasi untuk bisa melanjutkan ke lokasi berikutnya. Puzzle yang ada beragam, mulai dari yang sederhana seperti mencari cara bagaimana menyeberangi sebuah sungai hingga puzzle yang mengfokuskan pada timing yang mungkin bagi beberapa orang dapat membuat frustasi.

Mau lewat? Langkahi dulut mayatku!
Jangan lupa kalau Limbo adalah game yang brutal. Mati adalah hal yang biasa. Dan kematian si anak biasanya adalah dengan cara yang paling kejam yang pernah anda lihat. Untungnya game ini cukup 'baik' dengan meng-autosave game sebelum anda menemui hal-hal yang dapat menghilangkan nyawa si anak.

Bagi saya sendiri, secara overall puzzle di Limbo tidak sulit. Namun meski begitu tetap saja membuat otak mesti bekerja lebih keras dari biasanya. Setidaknya ada sense of accomplishment yang didapat saat kita menemukan solusi untuk puzzle yang ada. Tidak ada yang lebih memuaskan daripada hal itu.

.::Visual & Audio::.
Limbo menawarkan visual hitam putih yang unik ala film noir. Terlihat simpel memang, tapi hal itu tidak mengurangi nilai seni dari game ini. Selain visual, audio game ini juga dibuat seminimalis mungkin. Hanya sedikit bisa kita dengar alunan background music sepanjang permainan. Namun sound effect dari Limbo benar-benar mendukung suasana dan patut diacungi jempol. Mulai dari hutan yang hening yang hanya suara langkah kaki kita yang terdengar hingga suara mekanikan yang berisik di level area industri. Tidak hanya itu, efek suara saat si anak menemui ajalnya juga cukup memuaskan.

Dengan gaya visual yang monokrom dan sound effect yang minimalis tersebut Limbo digambarkan sebagai game yang atmosferik. Seolah-olah kita sendiri juga turut merasakan ngerinya dunia Limbo. Tak jarang secara tidak kita sadari buluk kuduk merinding saat melihat mayat-mayat yang tergantung atau berserakan di jalan. Sekali lagi, benar-benar atmosferik.

.::Conclusion::.
Limbo mungkin hanyalah satu dari banyak game unik yang muncul dari dunia indie gaming namun saya dapat memastikan kalau Limbo menempati tempat yang lebih tinggi dari game-game lain, setidaknya dalam daftar game favorit saya sendiri. Mungkin hal ini disebabkan karena saya adalah tipe gamer yang menyukai tampilan visual yang lain daripada yang lain. Apalagi ditambah dengan kebrutalan ala finishing move Mortal Kombat yang terkadang harus diakui cukup mengerikan. Meskipun demikian durasi yang singkat serta ending yang mungkin kurang memuaskan mengurangi nilai plus game ini. Namun hal tersebut bukanlah alasan yang dapat menghalangi anda untuk memainkan Limbo, salah satu pengalaman gaming yang tak akan terlupakan untuk waktu yang lama. 



.::Next Week on IGOW::.
Game dengan konsep unik dimana anda dapat memutar dunia yang ada di dalam game sesuka hati. Dan apakah saya menyebutkan kalau dunia beserta karakter yang ada terbuat dari serpihan-serpihan kertasE pur si muove!

6 comments :

  1. sama seperti Demonophobia ya?
    mungkin anda harus cobain ini : Demonophobia, Corpse Party Blood Covered, Xenophobia, Hanakanmuri, Blankblood, etc

    ReplyDelete
  2. Demonophobia, ugh.. punya kenangan buruk dengan game itu (semua orang yang maen juga pasti berpikir gitu)

    Kalo dibilang Limbo gak terlalu mirip dengan Demonphobia sih, setidaknya Limbo lebih "forgiving" (soalnya save gamenya sering)

    Corpse Party masih nyangkut di stage2 awal. Dan sisanya belum main. Thanks atas rekomendasinya.

    ReplyDelete
  3. You're late!
    Akhirnya nongol juga ni repiu!

    ReplyDelete
  4. Haha, anda sudah coba main Limbo kah?

    ReplyDelete
  5. Game nya emnag bagus bgt ini, , , recomended bgt sob.
    aMenurut saya kalo puzle nya sih ga terlalu sulit, namun yg bikin greget tuh , kalo dah melewati sebuah rintangan jadi ga sabar pengen tau ada apa lagi di area selanjutnya.
    cara desain rintangan nya itu loh yg jempol buat pembikin gam ini.....
    ide nya dah,,, mantab abis....
    Ending nya cukup kurang memuaskan , karna kita ga tau sapa itu cewe yg ditemui di ending. Ws aja ngira itu cewek sahabatnya , ato apa lah sebelum baca ini ripiu.... Ternyata e mbak'e yo ? wkwkwkwk....
    Game yg cukup singkat namun berjuta fantasy, wa aja namatin nya sekali duduk , menyita waktu sekitar 4 jam untuk main perdana.
    Asli dah game ini ga akan terlupakan untuk waktu yg lama....
    Nice posting sob/....

    ReplyDelete
  6. @Yanagawa Eno
    Kabarnya developer Limbo sedang ngerjakan game baru. Semoga bakal lebih menarik lagi :D

    ReplyDelete