Week 4 - And Yet It Moves

/
0 Comments
.::Prologue::.
Lagi-lagi artikel Indie Game of the Week ini mengalami penundaan. Jika ada yang harus disalahkan, Skyrim-lah jawabannya. Entah sudah berapa jam saya habiskan untuk membantai naga-naga dan menangkap kupu-kupu dalam game itu. Yah, mungkin ntar bakal saya tulis review game itu tapi kini mari kembali ke topik. Jika tiga judul game indie yang saya bahas sebelumnya mungkin sudah sering didengar namanya, game yang kali ini akan saya bahas adalah game indie yang menurut saya agak underappreciated berjudul And Yet It Moves. Game ini dikembangkan oleh developer indie asal Austria yang bernama Broken Rules. Game ini bergenre puzzle platformer dengan sedikit "bumbu" agar terlihat beda dari game lainnya. Silakan lanjutkan membaca untuk mengetahuinya.

.::Story::.
Sejauh yang saya tahu, tidak ada unsur cerita dalam game And Yet It Moves ini. Disini player menggerakkan seorang karakter tanpa nama yang hidup di dunia yang tampak terbuat dari serpihan-serpihan kertas. Tujuan utama game ini adalah menggerakkan si karakter menuju akhir level. Cukup simpel, bukan?

.::Gameplay::.
And Yet It Moves adalah sebuah game platform dengan sedikit twist, player dapat memutar dunia game yang ada sejauh 90 atau 180 derajat. Jadi selain menggerakkan karakter ke kiri atau kanan dan melompat seperti layaknya game platform biasa, gamer juga dapat memutar balik dunia biasanya berguna untuk melewati rintangan-rintangan yang ada sepanjang level.

Bagaimana cara player agar menjadikan kemampuan memutar dunia ini berguna? Sebagai contoh yang paling sering ditemukan di sepanjang permainan adalah melewati tebing yang normalnya tidak bisa dilompati. Player dapat melompat dari tebing tersebut dan kemudian memutar dunia sejauh 90 derajat agar dinding tebing tadi dapat dijadikan tempat mendarat yang aman dan karakter yang kita mainkan dapat melanjutkan perjalanannya.

Yang menarik, kemampuan untuk memutar dunia ini tidak bisa di-abuse seenaknya. Misalnya si satu level, sebuah batu besar ditempatkan dengan strategis agar jika player memutar dunia maka batu tersebut akan menimpa karakter yang malang itu. Tentunya mau tak mau kita harus memutar otak untuk mencari jalan teraman untuk melewati sebuah rintangan. 

Hmm teori Newton sepertinya tidak berlaku disini... *splat*
Di dalam game ini, karakter yang kita kontrol tidak bisa melakukan hal selain bergerak ke kanan atau kiri dan melompat. Namun di berbagai level sering dijumpai beberapa hal yang cukup 'berbahaya' yang dapat menyerang player. Nah, bagaimana cara menghindarinya? Dengan kemampuan memutar balik dunia tentunya! Yang jelas rintangan yang ada sangat beragam dan unik sehingga kita harus pintar-pintar mencari jalan keluar dari permasalahan.  

Untungnya meski cukup dapat membuat frustasi sebagian gamer, game ini cukup memaafkan. Banyak checkpoint yang dapat ditemukan di sebuah level, yang tentunya akan disambut baik oleh para gamer yang hobi membuat si karakter menjemput ajalnya.

.::Visual & Audio::.
Jika ada yang indie developer ajarkan kepada saya itu adalah tak perlu grafis yang super-ultra-realistis untuk dapat tampil elegan dan memikat hati gamer. Lihat saja game-game indie sukses seperti Minecraft. Mata yang rabun pun bisa melihat kalau game tersebut memiliki grafis yang tidak bisa dibilang indah. Yang terpenting adalah bagaimana agar tampilan yang dimilikinya mampu tampak beda dan kalau bisa terlihat berseni. 

Hal ini pula yang dipikirkan oleh Broken Rules selaku developer And Yet It Moves. Tampilan visual game mereka direpresentasikan dengan potongan-potongan kertas. Baik itu dunia yang ada maupun makhluk-makhluk di dalamnya. Saya pribadi cukup terkesan dengan tampilan game ini yang menurut saya lumayan fresh dibandingkan game-game lain.

Selain hal diatas, ada satu poin lagi yang saya kagumi dari visualnya yakni tampilan bagkgroundnya yang berkesan surealis. Sedikit banyak mengingatkan saya pada game Yume Nikki. Audionya juga tidak mengecewakan meskipun harus diakui BGM-nya cukup minimalis. Salah satu bagian musik favorit saya adalah ketika tema musiknya berganti menjadi bergaya techno menjelang akhir permainan.

.::Conclusion::.
Judul And Yet It Moves mungkin terkesan asing di telinga gamer-gamer mainstream. Memang game ini seprti kurang mendapat perhatian dari kalangan gamer-gamer biasa. Namun menurut saya game satu ini sangat saya rekomendasi untuk dicoba, apalagi jika anda tipe gamer yang menyenangi puzzle-puzzle sulit. Durasi game ini juga sudah pas, tidak terlalu singkat juga tidak terlalu panjang. Cukup untuk mengisi waktu luang anda, terutama untuk anda yang tak segan untuk jatuh dari ketinggian 20 kaki dan mendarat dengan bunyi "skooch".



.::Next Week on IGOW::.
Behold space opera video game! Nope, just kidding. Yang jelas game yang bakal saya bahas selanjutnya ini sukses membuat frustasi saya dan teman-teman saya yang memainkannya. Kematian di dalam game ini adalah hal yang lumrah.

NB. Developer And Yet It Moves sedang dalam proses mengerjakan game mereka yang kedua berjudul Chasing Aurora. Rencananya game ini bakal dirilis tahun depan. Hmm sepertinya wajib ditunggu nih.

No comments :