Week 2 - Braid

/
3 Comments
.::Prologue::.
Seperti yang telah saya jelaskan di edisi minggu lalu, Braid adalah game yang mulai membuka mata dunia terhadap game indie yang sebelumnya dipandang dengan sebelah mata. Inilah game yang mengenalkan sekaligus memulai ketertarikan saya pada dunia indie gaming. Hingga kini Braid menjadi salah satu game favorit saya sepanjang masa.

Braid tercipta dari tangan seorang indie developer bernama Jonathan Blow. Game ini sukses merebut perhatian banyak kalangan karena konsep gameplaynya yang unik serta tampilan visual yang indah. Entry di halaman Wikipedia mengkategorikan Braid sebagai art game.

.::Story::.
Braid berkisah tentang seorang pria bernama Tim yang bertekad menyelamatkan tuan putri dari "cengkraman monster yang jahat dan mengerikan". Dijelaskan bahwa di masa lalu Tim membuat sebuah kesalahan dan ia berniat memperbaiki kesalahan itu, bahkan kalau bisa menghapusnya. Plot dari Braid hanya dapat kita ketahui dari kumpulan teks yang terdapat di awal sebuah level. Tidak ada dialog yang diucapkan Tim.

Cerita dalam Braid tidak pernah dijelaskan secara eksplisit melainkan penuh dengan metafora. Apa yang terjadi di dalam Braid bebas diinterpretasikan oleh diri kita masing-masing. Demikian juga dengan yang terjadi pada endingnya, yang menurut saya merupakan salah satu ending video game terbaik yang pernah ada. Percayalah, ketika anda memainkan Braid dan menonton endingnya maka anda akan berpikir bahwa anda baru saja menyelesaikan sebuah game masterpiece.

Mungkin plot yang ambigu ini juga lah yang menjadi sedikit nilai minus pada Braid. Cerita seperti ini bukanlah konsumsi orang sembarangan. Saya pikir kisah dalam Braid penuh dengan filosofis-filosofis yang di satu sisi sederhana, namun di sisi lainnya cukup dewasa. Tak tertutup kemungkinan anda sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya dikisahkan dalam Braid, kecuali dengan membaca penjelasan mendalam yang merupakan spekulasi dari fans. Dan jangan terkejut jika apa yang anda baca jauh berbeda dengan apa yang anda pikirkan mengenai endingnya.

.::Gameplay::.
Dari segi gameplay, Braid benar-benar bersinar terang. Braid secara umum adalah game puzzle/platformer ala Super Mario Bros. Bahkan Braid tak malu-malu mengakui bahwa game tersebut terinspirasi dari Mario yang mana ditunjukkan pada musuh yang dibunuh dengan cara dilompati, tumbuhan karnivora yang muncul dari pipa hijau, serta pesan "Your princess is in another castle".

Namun hanya sampai situ saja kesamaan tersebut. Fokus utama dalam game ini adalah bagaimana Tim dapat mendapatkan potongan-potongan jigsaw puzzle yang tersebar di tiap level. Tantangannya selain tentu saja musuh tadi adalah desain level yang luar biasa imajinatif.

Tim memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu ala Prince of Persia. Awalnya saya berpikir kalau kemampuan ini hanyalah perlu digunakan untuk me-rewind saat-saat kematian Tim. Tapi ternyata semakin lama kemampuan ini juga digunakan untuk memecahkan puzzle-puzzle yang ada.

Tiap level memiliki mekanisme puzzle yang berbeda dan semuanya berhubungan dengan waktu. Sebagai contoh di sebuah level gerakan waktu semua yang ada di level itu ditentukan oleh gerakan Tim. Jika Tim bergerak maju, waktu berjalan seperti biasa dan jika Tim mundur maka waktu juga berjalan mundur. Selain itu ada juga level dimana Tim dapat membuat doppelganger atau kopian dari dirinya dengan cara me-rewind waktu. Semua mekanisme ini diperlukan untuk memecahkan seluruh puzzle yang terdapat di dalam game 

*insert Mario Bros theme here*
Sebagai seorang gamer yang menyenangi game-game puzzle, saya dapat katakan kalau saya sangat terkesan dengan puzzle-puzzle yang ada di Braid. Hampir semua puzzle disini amat kompleks dan membutuhkan pemikiran di luar kotak. Beberapa puzzle terlihat sederhana dari luar namun nyatanya diperlukan sebuah penyelesaian logis yang terkadang hampir tak terpikirkan oleh kita.

Meskipun puzzle yang ada dapat begitu sulit untuk dipecahkan tapi untungnya Braid tidak mengenal kata game over. Hal ini tentu dapat mengurangi rasa frustasi yang ada. Di balik itu semua, memecahkan puzzle yang ada dalam Braid menimbulkan kepuasan tersendiri dalam diri saya, sesuatu yang belakangan mulai jarang ditemukan dalam game-game yang beredar di pasaran. 

.::Visual & Audio::.
Penampilan visual dan audio Braid benar-benar indah. Kita disuguhkan oleh tampilan ala lukisan cat minyak yang begitu menawan ditemani oleh alunan soundtrack yang dreamy. Tiap level memiliki tema visual yang berbeda-beda sehingga selalu menarik serta unik untuk dilihat. Singkat kata, presentasi visual dan audio dari Braid menambah panjang daftar kelebihan yang dimiliki game ini.

.::Conclusion::.
Satu kata buat Braid: masterpiece! Kombinasi sempurna antara gameplay yang inovatif, tingkat kesulitan yang dapat ditoleransi, plot yang dipenuhi kiasan serta tampilan visual dan audio yang artistik membuat Braid santapan wajib bagi anda yang menginginkan game yang tidak sekedar intelektual melainkan juga indah. Dunia game butuh lebih banyak video game seperti ini dan saya berharap semoga di masa mendatang akan muncul lebih banyak game-game lain yang juga akan dikenang sepanjang masa, seperti halnya Braid.



.::Next Week on IGOW::.
Demi mencari kakaknya, seorang anak memasuki dunia yang berada di antara kehidupan dan kematian. Dunia tersebut bukanlah tempat yang ramah dan sang anak mesti bersiap menghadapi beragam makhluk-makhluk berbahaya serta jebakan-jebakan maut yang dapat membunuhnya dengan seketika.

3 comments :

  1. Aku sudah menduga kau akan ngepost tentang Braid. >.<

    Aku sendiri belum kesempetan memainkannya (sama kayak Bastion), dan ngebaca sebuah review tentangnya lagi, aku beneran berharap kesempatannya bisa dateng suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  2. ini game luar biasa, imajinasi kita diuji disini. aku memainkan Braid versi PC, aku tertarik dengan braid gara gara film indie game. hal yang menyebabkan aku suka braid karena aku menyukai game ber genre puzzle ditambah di Braid tidak ada kata Game Over. just push Shift button :)

    ReplyDelete
  3. Yup, puzzle-puzzle yang ditawarkan di game ini cukup sulit untuk dipecahkan kalau dimainkan tanpa menggunakan imajinasi.

    ReplyDelete